Text
Bumi manusia
ORANG MEMANGGIL AKU: MINKE
Namaku sendiri…. Sementara ini tak perlu kusebutkan. Bukan karena gila mysteri. Telah aku timbang: belum perlu benar tampilkan diri dihadapan mata orang lain.
Pada mulanya catatan pendek ini aku tulis dalam masa berkabung: dia telah tinggalkan aku, entah untuk sementara entah tidak. (Waktu itu aku tak tahu bagaimana bakal jadinya). Hari depan yang selalu menggoda!
Mysteri! Setiap pribadi akan datang padanya—mau-tak-mau, dengan seluruh jiwa dan raganya. Dan terlalu sering dia ternyata maharaja zalim. Juga akhirnya aku datang padanya bakalnya. Adakah dia dewa pemurah atau jahil, itulah memang urusan dia: manusia terlalu sering bertepuk hanya sebelah tangan….
Tigabelas tahun kemudian catatan pendek ini kubacai dan kupelajari kembali, kupadu dengan impian, khayal. Memang menjadi’ lain dari aslinya. Tak kepalang tanggung. Dan begini kemudian jadinya: DALAM HIDUPKU, BARU SEUMUR JAGUNG. Sudah dapat kurasai: ilmu pengetahuan telah memberikan padaku suatu restu yang tiada terhingga indahnya.
Sekali direktur sekolahku bilang didepan kias: yang disampaikan oleh tuan-tuan guru di bidang pengetahuan umum sudah cukup luas, jauh lebih luas daripada yang dapat diketahui oleh para pelajar setingkat di banyak negeri di Eropa sendiri.
Tentu dada ini menjadi gembung. Aku belum pernah ke Eropa.
Benar-tidaknya ucapan tuan Direktur aku tak tahu. Hanya karena menyenangkan aku cenderung mempercayainya. Lagi pula semua guruku kelahiran sana, dididik disana pula. Rasanya tak layak tak mempercayai guru. Orang tuaku telah mempercayakan diriku pada mereka. Oleh masyarakat terpelajar Eropa dan Indo dianggap terbaik dan tertinggi nilainya di seluruh Hindia Belanda. Maka aku hairus mempercayainya.
Ilmu dan pengetahuan, yang kudapatkan dari sekolah dan kusaksikan sendiri pernyataannya dalam hidup, telah membikin pribadiku menjadi agak berbeda dari sebangsaku pada umumnya.
Menyalahi wujudku sebagai orang Jawa atau tidak aku pun tidak tahu. Dan justru pengalaman hidup sebagai orang Jawa berilmu pengetahuan Eropa yang mendorong aku suka mencatat-ck-tat. Suatu kali akan berguna, seperti sekarang ini.
Salah satu hasil ilmu-pengetahuan yang tak habis-habis kukagumi adalah percetakan, terutama zincografi. Coba, orang sudah dapat memperbanyak potret berpuluh ribu lembar dalam sehari.
Gambar pemandangan, orang besar dan penting, mesin baru, gedung-gedung pencakar langit Amerika, semua dan dari seluruh dunia — kini dapat aku saksikan sendiri dari lembaran-lembaran kertas cetak. Sungguh merugi generasi sebelum aku — generasi yang sudah puas dengan banyaknya jejak-langkah sendiri di lorong-lorong kampungnya itu. Betapa aku berterimakasih pada semua dan setiap orang yang telah berjerih-payah untuk melahirkan keajaiban baru itu. Lima tahun yang lalu belum lagi ada gambar tercetak beredar dalam lingkungan hidupku. Memang ada cetakan cukilan kayu atau batu, namun belum lagi dapat mewakili kenyataan sesungguhnya.
Berita-berita dari Eropa dan Amerika banyak mewartakan penemuan-penemuan terbaru. Kehebatannya menandingi kesaktian para satria dan dewa nenek-moyangku dalam cerita wayang. Keretapi — kereta tanpa kuda, tanpa sapi, tanpa kerbau — be lasan tahun telah disaksikan
| N 125 | Tersedia - Bahasa Indonesia |
Tidak tersedia versi lain